Sulitnya ikhlas di zaman medsos

          Sulitnya ikhlas di zaman medsos
.
Hasan Al Bashri pernah bertamu di rumah sesorang. Tentu shohibul bait gugup gupuh meminta istrinya membuatkan minum : "Istriku, buatkan minum untuk tamu agung kita Syaikh Hasan Albashri, pakailah gelas cantik yang kita beli di Makkah saat kita haji pertama kali, jangan pakai gelas yg kita beli pada waktu haji kedua".
.
Mendengar itu Al Bashri menegur : "Kau rela kehilangan pahala dua kali ibadah haji hanya untuk ini? Ucapanmu itu telah menghapus pahala hajimu"
.
Bagaimana dengan medsos?
Status ini ajakan untuk mengoreksi diri bukan menilai orang lain, karena orang yg menceritakan kebaikan dirinya bisa juga berniai ibadah jika niatnya benar.
.
Tanda paling jelas amal yg tidak ikhlas adalah, perbedaan kualitas saat melakukannya di tempat umum dengan melakukannya sendiri di rumah. Contoh, kita sholat di masjid khusuk dan lama padahal di rumah sholat cepet cepetan. Baca Alquran pake pengeras dimerdu merdukan padahal pas baca sendiri awur awuran.
.
Lebih samar lagi adalah, ketika kita berusaha mengkhusuk khusukkan sholat di kamar, demi menjaga agar sholat kita di masjid bisa tetap tampil khusuk tanpa dihantui rasa riya. Nah ini nih yg ajib, sholat sendirian di kamar aja masih bisa riya padahal tak dilihat orang.
.
Nulis status ini pun kalo dikoreksi betul ke daleman hati, bisa jadi adalah riya. <-- Dan tulisan di paraghrap terahir ini bisa jadi cuma pemanis untuk menutupi riya. <-- kalimat terahir ini juga sama
.
اللهم انا نعوذ بك ان نشرك بك شيئا نعلمه ونستغفرك لما لا نعلمه

Komentar